Selasa, 18 Januari 2011

Tupai Jenjang Teater Tutur masyarakat Siulak

Teater tutur Tupai Jenjang dapat digolongkan ke dalam salah satu subgenre teater rakyat. Ia berasal dari tradisi lisan dan dimainkan oleh seorang pemeran. Selain disampaikan melalui dendang, tokoh-tokohnya diperagakan melalui gerak dan akting. Keseluruhan tokoh dalam cerita dihidupkan sendiri oleh tukang tutur dengan cara berpindah peran dari satu tokoh ke tokoh lain sesuai dengan bentuk dan karakter tokoh dalam cerita. Perubahan tersebut disimbolkan dengan pergantian kostum dan properti. Pertunjukan ini dikenal di Siulak Kerinci sekitar tahun 1950-an. Di daerah asalnya Minangkabau, cerita ini berangkat dari kaba atau mitos yang tercipta tanpa sadar untuk menjaga harmonisasi antara manusia dengan tupai. Penelitian ini menguraikan unsur-unsur yang membangun pertunjukan teater tutur Tupai Jenjang di Siulak Kerinci. Dramaturgi digunakan sebagai pijakan utama guna mengupas struktur dan tekstur pertunjukannya. Sebagai presentasi estetis, unsur struktur dan tekstur pertunjukan teater tutur Tupai Jenjang adalah cerminan dari realitas kesederhanaan masyarakat pendukungnya. Kesederhanaan ditemukan pada variasi cerita dan unsur-unsur yang terlihat dari pertunjukan, seperti; setting decoration, properti dan kostum, serta tata lampu pada pementasannya. Kata Kunci: dramaturgi; teater tutur; Tupai Jenjang; Siulak Kerinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar